Puji Kebijakan Pemerintah, Relawan GBK Ajak Masyarakat Berpikir Jernih Hadapi Isu BBM

JAKARTA (trijaya.co) – Relawan Gawagis Berfikir Kemajuan (GBK), melalui Sekjennya Ahmad Syamsul Askandar atau yang akrab disapa Gus Aan, mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menjaga stabilitas nasional serta mendukung langkah pemerintah dalam mengelola perekonomian, termasuk kebijakan energi yang dinilai berpihak kepada masyarakat.

Dalam keterangannya, Gus Aan menilai para tokoh senior bangsa memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikan informasi yang menyejukkan kepada masyarakat. Menurutnya, kritik terhadap pemerintah tetap penting dalam demokrasi, namun harus disampaikan secara proporsional dan konstruktif agar tidak menimbulkan keresahan publik.

Bacaan Lainnya

Ia menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto masih berada pada tahap awal masa kepemimpinan sehingga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk menjalankan program pembangunan nasional secara optimal.

“Para senior di negeri ini adalah tokoh-tokoh intelektual yang pernah memimpin bangsa. Karena itu, masyarakat tentu berharap mereka memberikan pandangan yang menenangkan dan membangun, bukan narasi yang menimbulkan ketakutan,” ujar Gus Aan yang juga pengasuh muda pesantren di Genggong Probolinggo.

Gus Aan juga menyinggung pentingnya sikap kenegarawanan dari para mantan pejabat negara, termasuk mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, agar kritik yang disampaikan dapat membantu memperkuat kebijakan pemerintah, bukan justru memicu kegaduhan di ruang publik.

Menurutnya, berbagai kebijakan pemerintah saat ini justru menunjukkan komitmen untuk menjaga kesejahteraan rakyat. Salah satunya kebijakan terkait harga bahan bakar minyak (BBM) yang tetap dijaga stabil di tengah tekanan global.

Ia mengapresiasi langkah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang memastikan harga BBM bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir 2026, meskipun harga minyak dunia sedang mengalami tekanan akibat situasi geopolitik global. Pemerintah bahkan telah menghitung ketahanan anggaran negara untuk memastikan subsidi tetap berjalan.

Menurut Gus Aan, kebijakan tersebut menunjukkan keberpihakan negara kepada rakyat di tengah kondisi global yang tidak menentu. Ia menilai banyak negara di dunia justru mengalami lonjakan harga energi yang signifikan, sementara Indonesia masih mampu menjaga stabilitas harga melalui kebijakan subsidi.

“Di tengah situasi dunia yang tidak stabil dan harga energi yang melonjak di banyak negara, pemerintah Indonesia masih mampu menjaga harga BBM bersubsidi agar tetap stabil untuk rakyat. Ini patut kita apresiasi sebagai bentuk keberpihakan negara kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang menimbulkan ketakutan atau asumsi negatif terhadap kondisi ekonomi nasional. Menurutnya, narasi yang berlebihan dapat memunculkan persepsi yang tidak sehat di tengah masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat mudah terpancing oleh isu-isu yang membuat gaduh. Negara ini milik kita bersama, kaya atau miskin, semuanya harus ikut menjaganya. Jika ada kebijakan yang baik, kita dukung. Jika ada yang perlu diperbaiki, kritiklah dengan cara yang bijak,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Gus Aan mengajak seluruh tokoh bangsa, para mantan pejabat, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menjaga persatuan serta mendukung langkah pemerintah dalam menghadapi tantangan global.

“Mari kita bahu-membahu mendukung pemerintah dalam membangun bangsa. Kritik tentu boleh, tetapi harus objektif dan bertujuan memperbaiki. Yang paling penting adalah menjaga persatuan dan tidak mudah diadu domba oleh pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan dari situasi,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *