Puji Ketangguhan UMKM Garut, Menkeu Purbaya: Sukses Terus untuk Astiga Leather!

JAKARTA – Sikap nyata dalam menyokong eksistensi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kembali diperlihatkan oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.

Langkah ini ditunjukkan sang menteri lewat sebuah video di media sosial yang menampilkan dirinya tengah nyaman mengenakan pakaian luaran (outer) berbahan kulit premium besutan Astiga Leather, sebuah jenama lokal asal Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Bacaan Lainnya

​Mengenakan mantel kulit kekinian berkelir cokelat cerah yang dipadukan dengan kemeja putih dan celana panjang gelap, Menkeu Purbaya tampak begitu bergairah, bahkan saat mengenakannya langsung di meja kerja.

​“Makasih UMKM Garut, lain kali saya mau cobain yang warna putih sekalian ke sana meninjau langsung ya. Sekali lagi sukses Astiga Leather,” ujar Menkeu Purbaya, Sabtu (30/5/2026).

​Astiga Leather merupakan salah satu potret sukses UMKM hulu yang berfokus pada sektor kerajinan kulit sejak tahun 1998. Dengan lini produk unggulan berupa jaket kulit serta komoditas sekunder seperti tas, dompet, hingga gantungan kunci, jenama ini mampu bertahan hampir tiga dekade berkat kelenturan membaca dinamika mode dan selera pasar.

​Konsistensi ini membawa produk lokal Garut naik kelas ke level premium dan memiliki daya saing setara produk mancanegara.

Tak heran jika gerai fisik mereka di Jalan Ahmad Yani Nomor 320, Garut, kerap disambangi barisan figur publik nasional seperti pembawa acara Robby Purba hingga dewan juri Indonesian Idol seperti Maia Estianty, Judika, dan Bunga Citra Lestari (BCL).

​Aksi afirmatif yang ditunjukkan Menkeu Purbaya bukan sekadar gimik visual. Sepanjang tahun 2026, sektor UMKM terbukti kokoh berdiri sebagai penopang utama struktur ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.

​Himpunan data mutakhir dari otoritas negara dan lembaga ekonomi tahun ini mencatat dominasi UMKM pada indikator fundamental ekonomi nasional:

  • ​Kontribusi PDB: Menyumbang 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, atau setara dengan nilai di atas Rp8.500 triliun.
  • ​Penyerapan Tenaga Kerja: Menjadi penyerap lapangan kerja paling masif dengan mengakomodasi hampir 97 persen pekerja domestik.
  • ​Arus Investasi: Menyuplai 60 persen dari total investasi dalam negeri.
  • ​Kinerja Ekspor: Menyumbang porsi 16 persen terhadap aktivitas ekspor nonmigas Indonesia.

​Guna memperkuat daya tahan dan mengeskalasi kapasitas para pelaku usaha agar siap naik kelas, otoritas eksekutif pada tahun anggaran 2026 terus menggeber berbagai program intervensi strategis.

​Pemerintah berfokus pada tiga pilar utama: perluasan skema permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), percepatan ekosistem digital (go-digital), serta ekspansi pasar internasional.

​Tidak tanggung-tanggung, demi menjaga momentum kebangkitan ekonomi sektor riil ini, pemerintah mematok target pagu pembiayaan yang dialokasikan khusus untuk program penguatan UMKM pada tahun 2026 dengan angka fantastis, yakni menembus lebih dari Rp315 triliun.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *