Washington DC (tirjaya.co)– Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa melakukan serangkaian pertemuan strategis dalam kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat.
Setelah menemui 18 investor raksasa AS, termasuk Goldman Sachs dan Fidelity di Washington DC, Senin (13/4), Menkeu Purbaya juga menggelar bilateral meeting dengan Managing Director IMF, Kristalina Georgieva di New York.
Dalam pertemuan itu, para investor menyoroti komitmen pemerintah Indonesia terhadap target pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan anggaran di masa depan. Menkeu memastikan, kebijakan fiskal Indonesia tetap berada di jalur yang realistis dan terukur.
“Jadi sudah kita jelaskan ke mereka dengan detail dan komprehensif apa yang kita lakukan apa dampaknya ke anggaran, apa dampaknya ke pertumbuhan ekonomi,” ujar Purbaya di Peninsula Hotel New York, pada Senin (13/4).
Respons positif pun datang dari para pemegang modal. Mereka mengapresiasi langkah Indonesia yang mampu memacu akselerasi ekonomi tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.
“Mereka suka sekali dengan penjelasan kita bahwa kita akan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat tanpa mengorbankan kehati-hatian kebijakan fiskal. Itu yang mereka pegang,” tegasnya.
Sementara dengan Managing Director IMF, Kristalina Georgieva, Menkeu membahas ketahanan ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Di tengah gejolak global yang tidak menentu, performa ekonomi Indonesia dinilai stabil dan mengejutkan dunia internasional.
Kepada Georgieva, Purbaya memastikan langkah antisipatif telah diambil jauh-jauh hari melalui transformasi kebijakan yang fundamental.
“Saya jelaskan kita sudah mengubah kebijakan sejak akhir tahun lalu dan dampaknya sudah jelas, jadi ekonomi kita sedang mengalami percepatan,” ungkap Menkeu.
Ketangguhan struktur ekonomi domestik terbukti mampu menjadi perisai saat menghadapi lonjakan harga komoditas energi dunia. Hal ini memberikan kepercayaan diri tinggi bagi Indonesia di mata lembaga keuangan internasional.
“Ketika ada guncangan tambahan dari ketidakpastian global dan harga minyak yang tinggi kita bisa menyerap shock yang terjadi dan dia (IMF) kelihatannya senang dengan keadaan seperti itu,” tambahnya.
Keberhasilan Indonesia, lanjut Purbaya, akan menjadi referensi positif bagi IMF dalam memetakan negara-negara dengan performa ekonomi terbaik di dunia.
“Yang jelas mereka akan memberitahukan ke seluruh dunia, negara mana saja yang pertumbuhannya bagus,” pungkas Purbaya.







