Bio Farma dan 23 Century Medical Group Teken MoU Kolaborasi Produk Berbasis Sel Punca & Sekretom

JAKARTA (trijaya.co) – PT Bio Farma (Persero) dan 23 Century Medical Group Sdn. Bhd, menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk menjajaki kerja sama terkait registrasi, komersialisasi, dan distribusi produk berbasis sel punca (stem cell) dan/atau sekretom (secretome) di Indonesia.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Riset dan Pengembangan Bio Farma, Dicky Mahardhika Taryono, dan Managing Director 23 Century Medical Group, Datok Seri Dr. David Mah.

Serta, turut disaksikan oleh Staf Khusus Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Didi Apriadi, Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, dan CEO 23 Century Medical Group, Dr. Angelina Tiah.

Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya menyampaikan, kolaborasi ini menjadi langkah awal bagi kedua perusahaan untuk mengeksplorasi peluang, dalam menghadirkan inovasi di bidang terapi seluler dan pengobatan regeneratif ke Indonesia.

“Melalui jalur yang memenuhi ketentuan regulasi, standar mutu, serta kebutuhan sistem kesehatan nasional,” kata Shadiq dalam keterangannya, Kamis, 15 Oktober 2026.

Kerja sama tersebut juga membuka peluang bagi Bio Farma dan 23 Century Medical Group, untuk membangun pemahaman bersama mengenai kesiapan pasar, aspek regulasi, dan model komersialisasi. Serta sistem distribusi yang diperlukan agar produk berbasis stem cell dan/atau secretome dapat dikembangkan secara bertanggung jawab di Indonesia.

Shadiq menambahkan, kolaborasi dengan 23 Century Medical Group merupakan langkah strategis untuk memperluas kapabilitas perusahaan di bidang terapi seluler dan pengobatan regeneratif, sekaligus mendukung transformasi Bio Farma di sektor life science.

“Bagi Bio Farma, pengembangan bidang ini merupakan langkah strategis yang sejalan dengan pengalaman panjang kami dalam pengembangan vaksin dan produk farmasi konvensional,” ujarnya.

“Dari perspektif riset dan pengembangan, kami memandang kemitraan ini sebagai peluang untuk meningkatkan pengetahuan, serta membangun kapabilitas yang akan memperkuat ekosistem bioteknologi Indonesia,” kata Shadiq.

Dia juga mengapresiasi dukungan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, dalam mendorong investasi di sektor bioteknologi dan kesehatan. Khususnya untuk memperkuat kapabilitas manufaktur dalam negeri, melalui kolaborasi strategis dengan mitra internasional

Direktur Riset dan Pengembangan Bio Farma, Dicky Mahardhika Taryono mengatakan, pengembangan kompetensi tersebut merupakan bagian dari upaya jangka panjang, untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian kesehatan Indonesia.

Penguatan ekosistem yang lebih luas membutuhkan kesiapan riset, tenaga ahli, sistem mutu, industri, dan layanan kesehatan yang dikembangkan secara bertahap. Karenanya, penjajakan ini bagi Bio Farma merupakan bagian dari upaya membangun kapabilitas nasional, di bidang teknologi kesehatan yang lebih maju.

“Kami ingin memperkuat pemahaman mengenai ilmu pengetahuan, persyaratan regulasi, sistem mutu, dan kesiapan industri secara bertahap. Tujuan jangka panjangnya adalah mendukung akses terhadap inovasi kesehatan yang terbukti aman dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Penjajakan kerja sama dengan 23 Century Medical Group memberikan kesempatan bagi Bio Farma untuk memperdalam pemahaman terhadap ekosistem terapi seluler dan pengobatan regeneratif yang berkembang secara global.

Ke depan, pembentukan ekosistem yang kuat di bidang tersebut membutuhkan kesiapan yang lebih luas, termasuk riset dan pengembangan, regulasi, tenaga ahli, sistem mutu, teknologi produksi, fasilitas manufaktur, serta kesiapan layanan kesehatan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *